Rumah - rumah dibukit itu sekarang hancurrrr....tinggal kelihatan separo penghuninya , batu bata, genteng dan kayu-kayu berserakan dimana- mana. Dulu tempat itu adem, tentrem penuh dengan kegembiraan. Tiap pagi banyak anak - anak bermain dan para orang tua mereka bekerja di sawah. Slamet adalah salah satu yang lolos dari musibah itu, dia masih muda dan cakep. Tiap hari membantu orang tuanya disawah. tiap pagi seperti biasa Slamet pergi ke sungai yang berjarah sekitar 50 m dari rumahnya untuk mengambil air. Air sungai itu masih bersih sekali sehingga masih digunakan untuk air minum penduduk disekitar situ. sesudah itu dia berangkat ke sawah untuk membantu bapaknya. Bila sore telah tiba Slamet pulang dan kembali lagi kesungai untuk ambil air yang dignakan untuk mandi di rumah. Slamet sudah dewasa dia mulai menaruh hati pada seorang gadis desanya. Malam itu dia berencana pergi kesana, tapi dia gugup selama ini hanya cangkul, lumpur, dan sungai yang jadi temannya....padahal hati dia pingin ketemu gadis ituu.....trussssssssss....
org by
anang@anang65.web.id(bersambung )